Ngabuburit Pengawasan: Puasa sebagai Ruang Refleksi SDM Pengawas Pemilu
|
Bawaslu Provinsi Aceh | Banda Aceh - Dalam rangka memperkuat nilai kelembagaan dan integritas sumber daya manusia, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan untuk pertama kalinya dengan mengangkat tema “Puasa sebagai Ruang Refleksi SDMPengawas Pemilu.” Jumat (27/02/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengaitkan nilai spiritual ibadah puasa dengan tanggung jawab profesional sebagai pengawas Pemilu. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi latihan menjaga integritas, konsistensi (istiqamah), serta kesadaran diri dalam menjalankan amanah.
Sebagaimana puasa memiliki batasan yang harus dijaga hingga waktu berbuka, tugas pengawasan Pemilu pun menuntut komitmen yang sama, menjaga proses demokrasi dari potensi pelanggaran hingga seluruh tahapan selesai. Dalam konteks ini, pengawas Pemilu dituntut untuk senantiasa waspada, objektif, dan tidak lengah agar tidak “kecolongan” dalam memastikan masyarakat dapat memilih pemimpin secara adil dan berkualitas.
Puasa juga menjadi ruang muhasabah, tempat untuk merefleksikan kembali nilai-nilai ibadah dalam kehidupan profesional. SDM pengawas Pemilu diajak untuk meninjau ulang bagaimana integritas, tanggungjawab, dan kejujuran tidak hanya menjadi prinsip kerja, tetapi juga bagian dari pengamalan spiritual dalam menjalankan tugas pengawasan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Aceh yang mengikuti secara daring melalui platform Zoom Meeting, sebagai bentuk kolaborasi dan penguatan nilai kelembagaan di seluruh tingkatan pengawasan.
Anggota Bawaslu Provinsi Aceh, Yusriadi, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa puasa memiliki relevansi yang kuat dengan tugasp engawasan Pemilu. “Puasa mengajarkan kita untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara moral. Demikian pula dalam tugas pengawasan, kita memiliki kewajiban menjaga proses demokrasi agar tidak terciderai oleh pelanggaran. Istiqamah dalam menjalankan amanah jabatan adalah bagian dari nilai puasa itu sendiri.”
Menutup kegiatan, Yusriadi mengajak seluruh peserta untuk memaknai Ramadan sebagai penguat integritas dalam menjalankan tugas pengawasan dan ditutup dengan doa.
Penulis dan Foto: Aji Bahari
Editor: Yudi Ferdiansyah Putra