Lompat ke isi utama

Berita

Upaya Mendorong Perubahan Melalui Advokasi

Upaya Mendorong Perubahan Melalui Advokasi
Tapaktuan – Nyak Arief Fadhillah Syah, Koordiantor Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi memaparkan materi Strategi Advokasi kepada peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah di titik Kabupaten Aceh Selatan pada hari Selasa (19/10/2021). Nyak Arief menjelaskan bahwa Strategi Advokasi adalah suatu cara yang cermat, terencana, dan terorganisir untuk melakukan pembelaan, dan mendorong perubahan. “Pada prinsipnya, advokasi harus non kekerasan, transparan, akuntabel, memberdayakan, non diskriminasi, gender balance, dan sadar risiko serta ancaman keamanan”. “Dalam advokasi, perlu dimulai dengan pengumpulan data, dan informasi, dengan menyusun kronologi, bagaimana bentuk pelanggaran, mengidentifikasi pelaku, kerugian yang ditimbulkan, siapa saja pihak yang terkait, kemudian siapa korbannya dan yang terakhir adalah tindakan apa yang akan diambil”, papar Nyak Arief. “Dalam setiap pengumpulan data dan informasi tersebut, harus dapat diperhatikan mengenai persyaratan standar minimal 5 W 1 H. Apa yang terjadi, Siapa yang terlibat, Kapan kejadiannya, Dimana tempat peristiwanya, Bagaimana kejadiannya, hingga mengapa peristiwa itu bisa terjadi” lanjut Nyak Arief. Selanjutnya Nyak Arief memaparkan Metode Analisis terhadap data dan informasi yang sudah dikumpulkan. “Berdasarkan data informasi yang dikumpulkan, dilakukan pemetaan actor, analisis SWOT, analisa hukum, dan sosial, pengukuran resiko hingga menentukan akar masalah”. “Setelah semuanya selesai, kita perlu membangun basis pelibatan berupa opini publik, posko, kegiatan bersama, diskusi publik hingga pendidikan. Kemudian kita juga harus memilih jalur advokasi, apakah ingin menggunakan jalur litigasi, non litigasi atau mekanisme internasional” Terang Nyak Arief Kemudian Nyak Arief juga menekankan mengenai pentingnya Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah kegiatan advokasi selesai dilaksanakan. “Selain daripada itu, pengambilan sikap ketika menang maupun kalah juga penting disiapkan agar secara mental kita bijak ketika menang, dan tabah ketika kalah”. Tutup Nyak Arief [IM]
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle