Tidak Hanya Kawula Muda, Marini Juga Ajak Imum Mukim Dan Geuchik Aktif Dalam Mengawasi Proses Pemilu Dan Pemilihan Di Nagan Raya
|
Nagan Raya - Panwaslih Kabupaten Nagan Raya melaksanakan kegiatan diskusi bersama dengan pemangku kepentingan ditingkat kecamatan dan juga tingkat gampong. Kegiatan yang dilaksanakan di sekretariat Panwaslih Kabupaten Nagan Raya ini dihadiri oleh Komisioner Panwaslih Provinsi Aceh kemudian perwakilan dari Imuem Mukim, Forum Geuchik, Tuha Peuet, perwakilan forum disabilitas dan juga beberapa perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait, senin 23 Agustus 2021.
Marini dalam materinya menyampaikan “keterlibatan imum mukin, kelompok rentan, dan juga perangkat pemerintahan desa sangat penting dalam menyikapi dinamika pelaksanaan pemilu, dan pemilihan di Nagan Raya, oleh karena itu dipandang perlu untuk memikirkan langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan dalam menyikapi dinamika ini”. katanya. “Gampong harus menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya potensi kecurangan dari para calon maupun konflik sosial diranah pendukung dilingkungan bapak/ibu masing-masing. Kedaulatan adat tidak hanya pada hubungan nilai-nilai relasi dengan masyakat semata, namun bagaimana norma adat, dan penegakannya juga dapat mengontrol proses pelaksanaan pemilu dan pemilihan, sehingga terciptanya kondisi yang aman, tentram dan sejuk dalam tiap pelaksanaan pemilu dan pemilihan di Kabuapaten Nagan ini,” tuturnya. Tidak hanya Marini, dalam kegiatan yang sama juga dihadiri oleh Adam Sani, S.H.,M.H., yang merupakan akademisi dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh. Dalam paparannya dia menyampaikan “atensi masyarakat dalam mengikuti pemilu dan mengamati pemilu sangat tinggi, hampir di seluruh warung-warung kala masa pemilu datang rakyat berdiskusi terkait hal ini” ujarnya. “maka dalam menyeimbangkan hubungan masyarakat dengan masyarakat lainya, perlu bapak/ibu menguatkan fungsi sistem peradilan adat gampong dalam menyelesaikan setiap sengketa maupun pertikaian yang terjadi antara masyarakat pendukung, dan pendukung lainya dalam wilayah daulat bapak/ibu geuchik dan tuha peuet sekalian” tutupnya. Diakhir sesi diskusi, bebapa perwakilan geuchik dan juga imum mukim mendiskusikan tentang Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) bagi yang telah meninggal dunia di gampong masing-masing serta benturan kepentingan antara aparatur desa dengan calon kontestan. Diskusi berlangsung dialogis dan interaktif hingga akhir sesi kegiatan. (PS)