Teknik Menulis, Kemal : Mulailah Menulis Dengan Menambah Bacaan
|
Takengon – Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah di titik Kabupaten Aceh Tengah menghadirkan akademisi Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya, yang dalam kegiatan ini mengisi materi mengenai Menulis Efektif Untuk Pemilu yang disampaikan pada hari Sabtu (23/10/2021).
“Menulis sebagai proses mempertahankan pikiran lebih lama, karena tulisan dapat bertahan sepanjang zaman, menulis tidak hanya mengenai pribadi sendiri, namun juga untuk publik, menulis untuk publik bukan berarti mengorbankan diri, menulis untuk publik adalah upaya menyesuaikan antara pikiran author dengan segala semak-semak individual dengan hak publik atas pengetahuan”. Jelas Kemal.
Kemal juga menggarisbawahi mengenai pentingnya sumber inspirasi dalam menulis tema-tema kepemiluan, “kita harus mencari inspirasi dalam menulis, tentunya hal yang menjadi inspirasi harus kredibel dalam memberikan data seperti koran nasional layaknya Republika, dan Media Indonesia. Televisi berita seperti Kompas TV, Metro TV, dan TV One dan lain sebagainya”.
“Banyak tantangan yang biasanya dialami oleh penulis pemula, seperti cepat bosan, susah fokus, takut memulai, dan tidak disiplin. Hal tersebut harus diatasi dengan tetap fokus pada jenis tulisan, rajin latihan menulis, rajin membaca, membangun koneksi dengan sesama penulis, dan media”, tutur Kemal.
“Kita harus memulai menulis dengan menambah porsi membaca, tulislah dengan riang gembira, dan keberanian sang pemula. Namun begitu, dalam menulis kita harus memperhatikan rambu-rambunya, seperti sentimen SARA, bahasa provokatif, sumber data yang tidak valid, intinya jadilah penulis yang bijak”. Tutup Kemal.
Sebagai informasi, selain teknis menulis efektif untuk Pemilu, Peserta SKPP Tingkat Menengah akan dibekali dengan berbagai pengetahuan, dan skill mengenai pengawasan partisipatif, jurnalisme warga, kolaborasi antar stakeholders, dan strategi membangun jaringan serta banyak hal lainnya. Selain itu, peserta akan diberi pengalaman melalui role play atau simulasi kasus pelanggaran Pemilu dan pengawasan pemungutan dan penghitungan surat suara. [IM]