Lompat ke isi utama

Berita

Moral, Etika dan Kerelawanan Menjadi Hal Penting Sebagai Pengawas Partisipatif

Moral, Etika dan Kerelawanan Menjadi Hal Penting Sebagai Pengawas Partisipatif
Banda Aceh - Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah titik Kota Banda Aceh telah memasuki hari kedua. Pelaksanaan SKPP ini merupakan lanjutan dari SKPP Tingkat Dasar yang telah dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus yang lalu.
  • Pada hari kedua pelaksanaan, para peserta diberikan pembekalan mengenai pembangunan karakter bagi pengawas. Arman Fauzi, Ketua Komisi Informasi Aceh, yang hadir bersama narasumber lainnya menyampaikan bahwa penting bagi peserta untuk memiliki etika dan moralitas yang baik. "nilai, norma, etika dan moral saling berkaitan, dan menjadi satu kesatuan sikap dan perilaku". 
Hal senada juga dijelaskan oleh Ketua Panwaslih Aceh, Faizah, menurutnya ada empat prinsip untuk menjaga integritas yaitu jujur, mandiri, adil dan akuntabel. "bagi pelanggar etika dan moral, akan diberikan sanksi yang tegas, jika terbukti pelakunya dipecat", ujarnya. Pentingnya pembekalan karakter ini adalah untuk membentuk, dan menciptakan kader-kader pengawas yang berintegritas agar dapat mengawal proses Pemilu berjalan dengan baik. Selain etika dan moral, kerelawanan juga sangat penting bagi seorang Pengawas Pemilu. Sebagaimana disampaikan oleh Anggota Panwaslih Aceh, Naidi Faisal, bahwa suatu organisasi sangat membutuhkan kerelawanan. "Kenapa perlu relawan? Relawan ini merupakan sumberdaya yang sangat potensial, dapat memperluas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat keterlibatan masyarakat". Taufik Abda yang juga menjadi narasumber turut menambahkan bahwa kader-kader pengawas harus memiliki karakter serta berkompeten sehingga nanti saat melakukan tugas dapat dilaksanakan dengan baik. (IR)  
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle