Lompat ke isi utama

Berita

Merawat Generasi Muda Untuk Menjaga Eksistensi Demokrasi

Merawat Generasi Muda Untuk Menjaga Eksistensi Demokrasi
Takengon – Kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah di titik Kabupaten Aceh Tengah menghadirkan, Drs. Asmin Safari Lubis, Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Bawaslu Republik Indonesia yang memaparkan urgensi program SKPP dalam rangka meningkatkan pengawasan partisipatif yang disampaikan pada hari Minggu, tanggal 24 Oktober 2021. Asmin mengawali paparannya dengan menceritakan kondisi Pemilu Tahun 2014. "Pada Pemilu 2014, seorang pengawas TPS sampai harus mengawasi lima TPS sekaligus, nah untuk mengantisipasi kekurangan personil tersebut, Bawaslu mendorong Gerakan Sejuta Relawan Pengawasan Pemilu, pada Pemilu Tahun 2019. Melalui Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, barulah regulasinya mengakomodir satu TPS diawasi oleh satu orang pengawas”. “Sejak Tahun 2018, pengawasan partisipatif jauh lebih tertata. Kemudian pada Tahun 2019, Bawaslu meluncurkan program SKPP, program ini menghabiskan biaya yang sangat mahal, namun Bawaslu selalu berprinsip bahwa menjaga demokrasi negeri ini jauh lebih penting dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Program ini adalah bagian dari upaya merawat generasi muda, merawat negeri ini untuk menjaga eksistensi demokrasi”. Tegas Asmin. Dirinya juga menggambarkan keadaan beberapa negara yang tanpa disadari sudah kehilangan nilai-nilai demokrasi, “Banyak negara yang hanya menggaungkan demokrasi tanpa menerapkan nilai-nilainya dalam bernegara, oleh karena itu, yang paling esensi dari tujuan program SKPP ini adalah agar peserta mampu menjadi bagian dari penjaga demokrasi”. “Banyak peran dimasyarakat yang dapat diambil, dan dapat menjadi bagian dari penjaga demokrasi, dimanapun adik-adik bekerja nantinya, yang terpenting adik-adik sudah sangat faham bahwa right to vote adalah civil right. Adik-adik dapat berperan sebagai pencerah mengenai nilai-nilai demokrasi dilingkungannya masing-masing”. Ujar Asmin. Pada sesi tanya-jawab, Asmin berupaya menginspirasi adik-adik peserta melalui kisah perjuangan hidupnya yang selalu fokus pada usaha merealisasikan mimpi-mimpinya. Asmin adalah anak desa pelosok Sumatera Utara yang memiliki semangat mencari ilmu dan pengalaman. Asmin juga menceritakan pengalamannya ketika bekerja di Aceh hingga ke Papua. “Saya menyarankan kepada peserta untuk mengambil kesempatan bertebaran di muka bumi ini untuk membuka banyak perspektif baru, dari pengalaman saya bekerja di Aceh di tahun 1995 dan bekerja di Papua pada Tahun 2019. Saya memahami bahwa Indonesia ini adalah negeri multikultural yang dapat memperkaya paradigma kita dalam menghadapi kehidupan”. Tutup Asmin. [IM]
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle