Lompat ke isi utama

Berita

Mengenal Said, Peserta SKPP Yang Pernah Terhempas Tsunami Sejauh 1 Kilometer

Mengenal Said, Peserta SKPP Yang Pernah Terhempas Tsunami Sejauh 1 Kilometer
Banda Aceh – Pada pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar Tahun 2021 di hari Senin (21/6/2021), Ketua Panwaslih Provinsi Aceh menekankan bahwa isu Sumber Daya Manusia adalah isu yang harus menjadi prioritas utama. “hal ini saya sampaikan karena Provinsi Aceh adalah daerah yang memiliki sejarah konflik berkepanjangan, dan pernah dihantam oleh bencana gempa, dan tsunami. Kita harus membuktikan kepada dunia, bahwa kita mampu bangkit dari keterpurukan dengan menampilkan sumber daya manusia yang cerdas dan berintegritas”, tegas Faizah. Said Agung Kurniawan, lahir di Lhok Buyaa Kabupaten Aceh Jaya, yang mana tempat kelahirannya termasuk daerah yang hancur lebur dihantam bencana Tsunami, dirinya kini berusia 24 tahun yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kepada tim jurnalis Panwaslih Provinsi Aceh ia menceritakan mengenai kisah ketika menghadapi bencana Tsunami, dan harapannya terhadap demokrasi di Kabupaten Aceh Jaya ke depan. Berikut hasil wawancaranya: Bagaimana kisah anda ketika menghadapi bencana Gempa, dan Tsunami Aceh Tahun 2004 lalu? Pada saat bencana Tsunami terjadi, saya masih berusia 8 tahun, saat itu saya dibawa lari oleh ibu, namun beberapa meter setelah lari dari rumah, air laut mulai menerjang saya dan ibu saya. Saya digulung oleh gelombang air laut kemudian berhasil bergelantungan pada puing-puing kayu bekas rumah warga yang hancur dan ikut terbawa oleh air. Sekitar 700 sampai dengan 800 meter dibelakang rumah saya, terdapat gunung yang merupakan bagian dari bukit barisan Pulau Sumatera, saya dihempaskan oleh Tsunami hingga ke gunung tersebut. Saya terdampar disana sendirian, terpisah dari ibu saya yang kemudian saya mengetahui bahwa ibu dan abang saya selamat. Namun begitu, bencana Tsunami telah merenggut ayah dan adik saya, syuhada Insya Allah. Darimana anda mengetahui program SKPP, dan apa motivasi anda mengikuti program ini? Saya mengetahui program SKPP ini dari teman, saya menyadari bahwa komponen masyarakat Kabupaten Aceh Jaya tidak terlalu peduli mengenai bagaimana, dan apa yang terjadi terhadap Pemilihan Umum, saya ingin berusaha menjadi pelopor bagi masyarakat, dan mengedukasi masyarakat betapa pentingnya Pemilu bagi negara yang berdemokrasi. Hingga hari kedua mengikuti program SKPP ini, apa kesan anda? Saya memiliki background kuliah di jurusan teknik sipil, sehingga disini saya mendapatkan banyak ilmu, dan pengalaman yang tergolong baru, mulai dari hukum, politik, demokrasi hingga public speaking. Untuk inovasi memberikan pendidikan Pemilu kepada masyarakat, apakah anda sudah memiliki konsepnya? Secara khusus belum terpikirkan mengenai konsepnya, namun saya pikir bahwa program SKPP ini adalah wadah yang sangat tepat untuk berdiskusi, dan memikirkan mengenai inovasi seperti apa yang bisa membuat masyarakat sadar akan pentingnya Pemilu bagi kemajuan daerah. Untuk saat ini saya baru memikirkan secara umum mengenai bagaimana metode ngobrol santai dengan masyarakat daerah mengenai kepemiluan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Bagaimana menurut anda terhadap pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Aceh Jaya? Mengenai kecurangan Pemilu, pada saat itu saya masih belum mengerti mengenai kepemiluan. Namun yang menjadi perhatian saya saat itu adalah dari segi fisik penyelenggara Pemilu yang terkuras habis energinya, sehingga menurut saya hal tersebut membuat penyelenggara Pemilu tidak mampu bekerja maksimal yang berpotensi membuat petugas lengah, dan keliru dalam menjalankan tugas. Terakhir, apa harapan anda untuk demokrasi di Kabupaten Aceh Jaya kedepan? Saya berharap meningkatnya transparansi penyelenggaraan demokrasi dan pemerintahan di Kabupaten Aceh Jaya. [IM]
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle