Evaluasi SAKIP, Ferdinan : Salah Melakukan Perencanaan Sama Dengan Merencanakan Kegagalan
|
Jakarta – Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan (SAKIP) akan kita mulai dengan mengevaluasi perencanaannya, karena ketika kita salah dalam melakukan perencanaan maka kita telah merencanakan kegagalan, maka seluruh jajaran Bawaslu khususnya jajaran di Provinsi Aceh, harus benar-benar memahami program ini agar SAKIP lembaga ini terus meningkat.
Paparan di atas disampaikan oleh Ferdinan Eskol Tiar Sirait, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Pengawasan Internal Bawaslu, pada Rapat Peningkatan Kapasitas SAKIP bagi Panwaslih se Provinsi Aceh yang diadakan pada Rabu (13/5/2020) melalui video teleconference. “Berbicara akuntabilitas maka kita berbicara “trust” yang mana hal tersebut dapat diukur sejauh mana tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keberhasilan kerja-kerja yang telah kita lakukan selama ini”, ujar Ferdinan.
Selain Ferdinan, rapat tersebut juga menghadirkan pemateri Vebty Puput Purba, Kasubbag Pemeriksaan Kinerja Bawaslu yang memaparkan materi tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan melalui Pengawasan Internal. “Ada banyak hal yang harus dicapai dalam SAKIP, mulai dari kinerja yang direncanakan, diperjanjikan, dilaksanakan, dilaporkan hingga yang terakhir kinerja yang dievaluasi”, papar Vebty.
“Pengawasan internal bertujuan untuk menganalisis secara sistemik dalam pemberian nilai, apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan guna meningkatkan akuntabilitas kinerja”, tutup Vebty. [IM]