PANWASLIH AJAK RATUSAN SANTRI PERANGI HOAX DAN MONEY POLITICS
|
Aceh Besar – Panitia Pengawas Pemilihan Provinsi Aceh tadi pagi (24/10) mengajak ratusan santriwan/santriwati untuk turut serta melawan berita Hoax dan menolak seluruh bentuk praktik money politics pada Pemilu Tahun 2019 dalam kegiatan bertajuk sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilu Tahun 2019 untuk pemilih pemula bagi santri/santriwati di dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Aceh Besar.
Koordinator Divisi Pengawasan dan Pencegahan Panwaslih Provinsi Aceh Marini dihadapan seratusan Santri yang mengikuti kegiatan tersebut mengingatkan akan pentingnya menumbuhkan sikap kritis dikalangan santri terhadap informasi hoax yang tersebar diberbagai media terutama di media elektronik (online). Menurutnya, santri tidak perlu terjebak pada informasi yang tidak jelas sumber serta asal-usul kebenarannya sehingga menjadi tidak produktif untuk dikonsumsi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Marini juga mengajak para santriwan/santriwati untuk turut serta menyukseskan pengawasan pemilu termasuk mengantisipasi setiap praktik money politics.
“hoax dan money politics saat ini merupakan praktik yang dapat menciderai Penyelenggaraan Pemilu dan berkembang secara luas dalam masyarakat, karenanya diperlukan kekuatan besar seperti halnya para santri untuk melawan ini semua” tegas Marini.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Pendidikan Dayah Aceh, Usamah el Madni. Sebagai salah satu Narasumber pada kegiatan tersebut, Usama menyebutkan bahwa saat ini ada sekitar 180.000 santri yang tersebar di seluruh dayah di Aceh, hal ini dapat menjadi sumber kekuatan besar untuk mensukseskan Pemilu tahun 2019 termasuk untuk mengantisipasi Hoax dan Money Politics. Dijelaskan juga, praktik melawan berita hoax pada dasarnya tidak asing dalam konsep pendidikan santri yang menekankan perlu adanya Tabayun dalam menelaah setiap informasi, bahkan menurut usama praktik anti hoax juga sering dipraktikkan oleh Rasulullah SAW pada zamannya.
Memasuki tahapan kampanye Pemilu tahun 2019, Panitia Pengawas Pemilihan Provinsi Aceh semakin mengintesifkan sosialiasi pengawasan pemilu tahun 2019 dengan merangkul seluruh kalangan baik pemerintahan, aparat penegak hukum termasuk melibatkan lembaga-lembaga pendidikan baik konvensional maupun keagamaan. [zas]