Lompat ke isi utama

Berita

Libatkan Masyarakat Wujudkan Pemilu Berintegritas, Bawaslu Provinsi Aceh Hadiri Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Provinsi Aceh Hadiri Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Provinsi Aceh Hadiri Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Provinsi Aceh | Banda Aceh - Bawaslu Provinsi Aceh menghadiri kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif yang dilaksanakan secara daring dan dipusatkan di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran masyarakat dalam mengawal demokrasi dan mewujudkan Pemilu yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Banten menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak”. Menurutnya, kata berfungsi memiliki makna penguatan kader dan kelompok masyarakat dalam pengawasan partisipatif, sedangkan bergerak berarti adanya tindakan nyata dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi yang jujur dan berintegritas.

“Pendidikan pengawas partisipatif diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang sadar akan pentingnya pengawasan Pemilu serta aktif menjaga kualitas demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Tangerang, Mochammad Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses dan progres pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Tangerang sejauh ini berjalan dengan lancar. Menurutnya, dinamika maupun perbedaan pendapat yang muncul dalam proses demokrasi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari aspirasi masyarakat.

“Kalaupun ada riak-riak kecil, itu hal yang wajar dalam demokrasi. Aspirasi masyarakat merupakan bagian dari proses demokrasi itu sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa calon-calon pemimpin masa depan perlu mendapatkan pendidikan pengawasan partisipatif agar demokrasi dapat terus berjalan secara bermartabat dan berkemajuan.

Kegiatan kick off tersebut secara resmi dibuka oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty. Dalam arahannya sebelum membuka acara, Lolly menegaskan bahwa demokrasi tidak hadir begitu saja, melainkan menjadi mandat yang harus dijaga dan dikawal bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pengawas partisipatif harus memiliki empat karakter utama, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak. Keempat nilai tersebut dinilai penting untuk membangun budaya pengawasan masyarakat yang aktif dan bertanggung jawab.

“Demokrasi tidak hadir secara tiba-tiba. Demokrasi adalah mandat yang harus dikawal oleh semua pihak,” tegas Lolly Suhenty.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, serta berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Dari Bawaslu Provinsi Aceh turut hadir Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas, Maitanur, Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi Aceh Yudi Ferdiansyah Putra, Kepala Bagian Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sri Mulyani, serta jajaran staf di Sekretariat Bawaslu Provinsi Aceh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pengawas-pengawas partisipatif yang mampu menjadi motor penggerak dalam menjaga kualitas demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mengawal pelaksanaan Pemilu yang demokratis, berintegritas, dan bermartabat.

Penulis dan Foto: Aji Bahari
Editor: Yudi Ferdiansyah Putra


 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle