Lompat ke isi utama

Berita

Bedah Buku “Srikandi Mengawasi Pemilu”: Mengangkat Suara Perempuan dalam Pengawasan Demokrasi

Bedah Buku “Srikandi Mengawasi Pemilu”: Mengangkat Suara Perempuan dalam Pengawasan Demokrasi

Panwaslih Provinsi Aceh | Banda Aceh -  Dalam upaya memperkuat literasi kepemiluan dan merayakan peran perempuan dalam menjaga integritas demokrasi, Bawaslu Republik Indonesia Melaksanakan kegiatan bedah buku berjudul “Srikandi Mengawasi Pemilu: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024” (30/7/2025). Acara ini menjadi ruang reflektif sekaligus apresiatif terhadap kontribusi perempuan pengawas Pemilu di seluruh Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan dan dinamika Pemilu 2024.


Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi Ibu Eka Sri Muliani (Guru besar UIN Ar-Raniry Aceh), Sitti Rakhman (Pegiat Demokrasi), dan tentunya para penulis buku yang merupakan para perempuan pengawas Pemilu perwakilan Provinsi Aceh, Anggota Panwaslih Provinsi Aceh Maitanur dan Safwani. Dalam sesi diskusi, mereka berbagi pengalaman nyata yang dikisahkan dalam buku tersebut tentang bagaimana mereka mengawal suara rakyat di tengah medan yang penuh tantangan, baik secara teknis, sosial, maupun kultural.


“Srikandi Mengawasi Pemilu” merupakan kumpulan kisah inspiratif dari para perempuan yang menjadi ujung tombak pengawasan Pemilu. Buku ini menggambarkan tidak hanya profesionalitas, tetapi juga semangat, keteguhan hati, dan empati yang dibawa para perempuan dalam menjalankan tugas pengawasan.

Acara kegiatan ini dibuka langsung oleh Tenaga Ahli Bawaslu Republik Indonesia Ibu Apriyanti Marwah yang dalam hal ini mewakili Anggota Bawaslu Republik Indonesia Ibu Lolly Suhenty yang berhalangan untuk hadir. Dalam kata sambutanya beliau mengatakan kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024 bukan hanya tentang keterlibatan, tapi juga tentang keberanian, integritas, dan komitmen. Perempuan tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah dan keadilan Pemilu. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengawasan Pemilu menjadi refleksi dari semangat kesetaraan dan perwujudan nilai-nilai demokrasi yang inklusif.


Melalui bedah buku ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam bagaimana keberadaan perempuan dalam lembaga pengawas Pemilu bukan sekadar simbol keterwakilan, melainkan kekuatan substansial dalam menjamin proses Pemilu yang jujur dan adil. Para pembicara juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kebijakan afirmasi dan dukungan kelembagaan agar semakin banyak perempuan dapat berperan aktif di dunia pengawasan Pemilu.
Selain itu, diskusi yang dihadiri oleh peserta dari kalangan akademisi, media, serta organisai kepemudaan ini memberi saran dan masukkan mengenai buku ini.


Acara yang berlangsung dari jam 08.00 wib -13.00 wib ini juga dhadiri oleh Anggota Panwaslih Provini Aceh Fahrul Rizal Yusuf, Yusriadi, Kepala Biro Hukum dan Humas Bawaslu Republik Indonesia, Agung Bagus Gede Bayu Indra Atmaja beserta jajaran staf Bawaslu Republik Indonesia, dan Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Panwaslih Provinsi Aceh, Yudi Ferdiansyah Putra beserta staf.[47]

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle